Kamis, 21 Juni 2012

Ie krueng daroy jeut keu sejarah bak putroe Kamliah manoe meu upa





“ Ie krueng daroy jeut keu sejarah bak putroe Kamliah manoe meu upa ” demikian sebaris syair lagu Rafly berjudul ” Krueng Daroy ” kejayaan aceh masa  lalu tdak terlepas dari  Gunongan, sebuah bangunan yang dibangun Sultan Iskandar Muda, raja Kesultanan Aceh Darussalam yang memerintah antara tahun 1607-1636. Bangunan berbentuk gunung ini dibuat untuk permaisurinya, Putri Kamaliah. Gunongan dibangun Sultan Iskandar Muda karena sang permaisuri, Putri Kamaliah, sangat merindukan kampung halamannya, Negeri Pahang, Malaysia. Putri Kamaliah juga dikenal sebagai Putroe Phang.
Di sisi kanan Gunongan, terdapat sebuah sungai, Krueng Daroy. Sungai ini sengaja dibuat untuk mengaliri air dari Mata Ie ke Krueng Aceh, melewati kompleks istana Sultan. Kini, aliran sungai Krueng Daroy bisa dilihat mengalir di sisi Meuligoe Gubernur Aceh.
Dengan air Krueng Daroy inilah, Putroe Phang sering mandi di kompleks Gunongan. Sebab, selain bangunan berbentuk gunung, Iskandar Muda juga membangun tempat pemandian bagi permaisuri.
Bangunan dengan tinggi 9,5 meter ini dilihat sekilas berbentuk gunung atau bukit. Bangunan ini juga menyerupai bunga yang dibangun dalam tiga tingkat.
Waktu demi waktu terus berlalalu , masa lalu hanya sebuah kenangan  sejauh  mata memandang, Sebuah taman tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau di tengah-tengah kota, tetapi juga sebagai wujud eksistensi cinta di masa lampau untuk generasi selanjutnya. Berada di taman Putroe Phang bukan hanya membuat pengunjungnya terasa nyaman, tetapi juga melahirkan rasa cemburu akan rasa cinta Sang Sultan yang begitu besar terhadap permaisurinya. Barangkali, selain datang untuk sekedar menghabiskan waktu bersantai di taman ini, kita perlu mengasah tentang cara mencintai yang sebenarnya dari pesan-pesan yang ditinggalkan melalui bangunan sejarah. Namun apa yang terjadi sekarang sangatlah disayangkan  sebuah  tepat yang penuh dengan sejarah penuh dengan sarat makna  kini tingalah seperti  permata dalam  dalam  tempurung,yang hanya tingal nama ,semua orang  mengetahui  Dengan air Krueng Daroy inilah, Putroe Phang sering mandi di kompleks Gunongan dengan air yang bersih  dan meyejukan serta nanidahnya pemandangan alam , namun apalahdaya ie krueng daroy yang kita kenal dulu tidaklah sejernih yang ada sekarang,tidaklah  harum seperti sekarang,tidaklah bersih seperti sekarang, sampah berserakan , bau bangkai yang menyengat, sanggat lah disayangkan  suatu tempat yang mempuai nilai makna yang tinggi ,menjadi tempat yang  paling berharga untuk  generasi aceh untuk mengenang sejarah  nenek moyang mareka  dul.  yang  kaleupah beak that ka inggatle, mungkin kata-kata inilah yang melekat  pada generasi muda sekarang . padahai  tanyoelah jinoe generasi muda yang harus tajaga, yang harus tapeulihara, bakiban cara aceh jaya lage  wate yoeh masa  iskandar muda. Tapeulihara sejarah sabab nyan keunibah  ureung syik geutayoe.[r.h]

Share This
Subscribe Here

0 komentar:

Posting Komentar

 

sepatah kata Copyright © 2009 BeMagazine Blogger Template is Designed by Blogger Template
In Collaboration with fifa